Tuesday, July 28, 2015

ASI PERAH bagian III

lanjutan dari ASIP bagian I dan ASIP bagian II

"Bunda Siti Fatimah, kalau wadah ASIP pakai plastik klip boleh gak?"
Bunda, itu adalah pertanyaan yang bagus. Sebab selain bunda tahu cara memerah ASI, tahu cara menyimpan dan menyiapkan maka penting juga untuk tahu dan selektif memilih wadah (container) wadah ASIP.
Pemilihan wadah ASIP yang tepat ini penting untuk menjaga kualitas ASIP yang akan bunda berikan pada buah hati. Misalnya saja ASIP yang memakai wadah plastik harus bebas dari BPA (Bisphenol A) karena bahan plastik yang mengandung BPA bila disiram dengan air mendidih, terkena sinar matahari serta terbentur maka BPA ini bisa terlepas dan berakibat mengkontaminasi ASIP dan ini berbahaya.

Bunda, semakin bermacam-macamnya wadah plastik dipasaran dengan harga yang terjangkau bukan berarti bunda bebas dan tidak selektif lagi dalam memilih wadah plastik. Asal murah, asal ada didapur main pakai saja sebagai wadah ASIP bahkan ada yang beralasan plastik kiloan lebih murah.
BPOM (Badan Pengawas Obat & Makanan) baru-baru ini memberi peringatan kepada masyarakat agar berhati-hati dalam memilih & menggunakan wadah berbahan plastik.

FDA (Food & Drug Administration) AS atau BPOM AS dengan penelitian terbarunya yang menyatakan bahwa BPA berbahaya bagi kesehatan. Potensi bahaya BPA tersebut, antara lain:
  1. BPA secara teoretis dapat bertindak sebagai hormon dalam tubuh sehingga, mengganggu kadar normal hormon tubuh dan perkembangan janin, bayi, dan anak-anak.
  2. Program toksikologi nasional di FDA menyatakan kekhawatirannya mengenai kemungkinan BPA mempengaruhi otak dan perilaku bayi dan anak kecil.
  3. Beberapa penelitian pada binatang menemukan potensi hubungan antara paparan BPA dengan meningkatknya risiko risiko menderita kanker.
  4. Dua penelitian menemukan bahwa orang dewasa dengan kadar BPA tinggi di dalam tubuhnya memiliki masalah dengan jantung.
  5. Masih diteliti hubungan paparan BPA dengan kondisi obesitas, diabetes, dan ADHD (Attention Deficit dan Hyperactivity Disorder).
Bunda , hayu memeriksa bagian bawah wadah plastik ASIP bahkan tak hanya ASIP melainkan semua makanan yang memakai wadah plastik.
Lihat kode daur ulangnya, bila kodenya pun tidak ada maka langsung hindari ya.
Dari 7 kode daur ulang, yang dapat digunakan sebagai wadah ASI perah adalah wadah plastik dengan kode daur ulang 5 – PP.
kode daur ulang beserta symbol hurufnya

Berikut ini 7 kode daur ulang beserta symbol hurufnya:
  • Kode 1 yaitu PET / PETE (Polyethylene Terephthalate). Berbentuk tipis, bening yang umumnya digunakan sebagai kemasan air mineral, minuman bersoda, dll. Plastik jenis PET ini tidak dapat menjaga kandungan nutrisi dan antibodi sebaik bahan kaca dan plastik PP kode 5 (60% immunoglobulin A dapat hilang). Botol plastik PET yang dimasukkan ke lemari pembeku (freezer) dapat menjadi rapuh dan mudah pecah.
  • Kode 2 yaitu HDPE (High Density Polyethylene). Berbentuk lebih tebal, buram, keras umumnya digunakan untuk botol shampoo, susu literan, deterjen, dll.Kode 3 yaitu V atau PVC (Vinyl) ditemukan di pipa, cling wrap, beberapa jenis deterjen, dll. Jenis PVC ini berbahaya karena mengandung phthalate yang dihubungkan dengan kecacatan janin hingga keguguran. Selain itu PVC mengandung DEHA yang bersifat karsinogenik, paparan jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan hati.
  • Kode 4 yaitu LDPE (Low Density Polyethylene). Berbentuk lembut dan lentur biasa ditemukan di kantung plastik belanja, plastik sampah, bungkus makanan, dll.
  • Kode 5 yaitu PP (Polypropylene) adalah pilihan jenis plastik yang aman dan dapat digunakan kembali sehingga merupakan salah satu pilihan wadah penyimpanan ASI perah.
  • Kode 6 yaitu PS (Polystyrene) ditemukan di sendok dan garpu plastik, rak wadah telur, juga di styrofoam. Jenis PS termasuk kategori berbahaya terutama jika dipanaskan dan sulit untuk didaur ulang.
  • Kode 7 yaitu Other, termasuk jenis Polycarbonate yang mengandung bahan berbahaya BPA. Menurut Becky Flora, BSed, IBCLC, botol plastik yang BPA Free bisa dijadikan pilihan terbaik untuk penyimpanan di Kulkas Bawah karena sel darah putih menempel pada botol kaca. Sementara, untuk penyimpanan di Freezer pilihan terbaik untuk menyimpan ASIP ada pada botol kaca karena lebih kuat dan sangat jarang bocor.
Rekomendasi botol ASIP antara lain:
  1. Botol Kaca (sisa ASI cenderung tidak menempel pada botol kaca)
  2. Botol plastik, pastikan yang BPA Free (bebas Bisphenol A)
  3. Plastik ASIP dengan mutu baik. Pakai yang kode 5-PP.

contoh botol penyimpanan ASIP berbahan kaca bening

Pertimbangan menggunakan botol kaca:
  • Lebih mudah disterilkan daripada botol plastik yang kemungkinan bisa berubah bentuk karena rebusan air mendidih.
  • Botol kaca dapat dengan mudah dicuci, disterilisasi, dihangatkan dengan warmer dan disimpan dalam freezer.
  • Botol kaca bisa reusable, alias digunakan berulang kali. Artinya lebih hemat karena tidak perlu membeli terus-menerus.
  • Lemak ASI tidak menempel di botol kaca, jadi mudah dibersihkan dengan sabun cuci dan dibilas bersih dengan air.
  • Botol kaca rekondisi belum tentu botolnya kotor atau rusak. Memang kita perlu jeli saat membeli, tetapi kualitasnya relatif tetap sama kecuali kalau botolnya retak atau pecah dalam proses pengemasan dan pengiriman.
  • Botol kaca tidak mudah tergores dan berubah warna.
Pertama kali setelah membeli botol kaca ASIP:
  • Cuci bersih botol dengan sabun pencuci botol bayi, bilas bersih jangan tersisa wangi atau busanya. Sabun pencuci botol bayi biasanya sudah food grade, namun lebih aman lagi kalau dibilas sampai tidak ada wanginya.
  • Masukkan botol dalam panci berisi air sampai tenggelam. Rebus sampai mendidih. Ini adalah cara tradisional untuk mensterilkan botol.
  • Kemudian biarkan botol dalam panci sampai air dingin lagi. Ada yang bilang, dengan begitu botol menjadi lebih kuat dan awet. Namun cara ini hanya untuk saat pertama kali saja. Selanjutnya cukup dicuci-steril biasa.
  • Bisa juga menggunakan alat sterilisasi botol bayi, karena botol kaca cukup aman meski dipanaskan dengan suhu tinggi.
Mengeringkan dan menyimpan botol kaca ASIP:
  • •Setelah disterilkan, tiriskan segera ketika botol dalam keadaan panas. Uap panas botol akan mengeringkan air yang menempel di kaca.
  • Biarkan sejenak hingga panasnya hilang lalu keringkan sisa air dengan lap handuk bersih (bukan tisu).
  • Hindari mengelap botol dengan tisu, karena serpihan tisu bisa saja tertinggal menempel dalam botol dan tercampur dengan ASIP.
  • Setelah benar-benar kering, tutup rapat botol dengan tutupnya, simpan di tempat kering yang tertutup dan bersih (saya menyimpannya di lemari rak piring yang full kaca). Dengan begitu, botol siap pakai ketika diperlukan tanpa harus disterilkan ulang

contoh botol penyimpanan ASIP berbahan plastik

Pertimbangan menggunakan botol plastik:
  • Botol plastik banyak sudah kompatibel dengan pompa ASI. Jadi tidak perlu dipindahkan, cukup memasang botol pada breastpump kemudian setelah selesai bisa ditutup dan langsung disimpan.

Pertimbangan menggunakan plastik:
  • Tentunya yang bebas BPA atau kode 5-PP:
  • Tidak direkomendasikan untuk difreezer dalam waktu lama.
  • Cocok digunakan saat melakukan perjalanan dinas keluar kota, dengan alasan tidak mungkin ke mana-mana membawa botol kaca dalam jumlah banyak. Bisa terjadi kemungkinan pecah, retak dan sebagainya.
  • Plastik ASIP lebih ringkas dan tidak makan tempat saat disimpan dalam cooler bag atau cooler box.

NB:
Wadah ASIP berbahan besi antikarat termasuk yang tidak direkomendasikan karena dapat menghilangkan kandungan penting ASI
Plastik es yang biasa atau plastik kiloan tidak direkomendasikan karena merusak nutrisi ASI, mudah bocor, robek dan rentan kontaminasi.
Materi di susun dari berbagai sumber.

ASI PERAH bagian II


Setelah bunda belajar bagaimana memerah ASI dan cara menyimpannya maka sekarang para bunda juga harus bisa bagaimana cara menyiapkan ASIP hingga siap diminum oleh buah si hati. Benar dalam menyiapkan ASIP untuk diminum adalah penting. Sebab salah cara bisa merugikan. Misalnya bunda langsung mencairkan ASIP beku disuhu ruangan atau di dalam microwave. Ini sangat berbahaya karena kandungan nutrisi dalam ASIP bisa hilang bahkan mulut bayi bunda akan terasa panas sehingga bayi bisa rewel. Menyiapkan ASIP harus benar caranya. Salah cara maka beresiko ASIP yang sudah bunda stok jauh-jauh hari rusak.

Cara-cara menyiapkan ASIP yang disimpan dalam freezer atau pendingin lainnya, antara lain:
  • Pakai ASIP yang tanggal dan jam yang lebih dulu diperah. Pakai prinsip FIFO (First in First Out). Yang masuk duluan maka keluar duluan.
  • Makanya bund, yang lebih dulu diperah letakkan yang paling depan. Biar bunda mudah mengambilnya
  • Jika ASIP beku dalam freezer maka cairkan dulu. Caranya, bunda pindahkan ASIP dari freezer ke kulkas dibawahnya. Biarkan mecair sediri. Itu sekitar 12 jam. Atau bila sudah cair semuanya, baru bunda keluarkan dari dalam kulkas.
  • Hangatkan ASIP dalam wadah berisi air hangat selama 15 menit. Baru wadah diputar-putar pelan. Atau dikocok pelan sekali, agar komponen ASIP tak rusak. Baru diberikan ke bayi. Misalnya; ASIP akan digunakan pagi saat bunda kerja. Berarti malamnya bunda sudah mindahin ASIP dari freezer ke kulkas bawah biar cair. Besoknya kalau mau dipakai tingal dihangatkan.
  • Saat bunda kerja pagi maka minta tolong orang rumah untuk menghangatkan. Ambil seperlunya saja ya bunda. Misalnya kira-kira bayi menyusu 3x selama bunda tinggal kerja maka cairkan kira-kira seukuran itu. Inilah pentingnya memilih wadah ASIP tak terlalu besar.
  • Jika ASIP tidak dibekukan tapi hanya disimpan dikulkas bawah maka ASIP cukup dihangatkan seperti di atas kemudian diberikan ke bayi.
  • Jangan mencairkan atau memanaskan ASIP di atas API langsung atau dalam microwave karena kandungan vitamin akan rusak dan mulut akan terasa panas seperti terbakar.
  • ASIP beku yang sudah dicairkan tidak boleh di belukan lagi. Sebab kandungan anti bakterinya sudah menurun. Tapi ASIP cair bisa disimpan dipendingin, tahan 24 jam.
  • ASIP yang telah dihangatkan usahakan habis dalam dalam 1-2 jam. Jika ada sisa dibuang. Bunda, sebenarnya ASIP ini tidak apa-apa walau tak dihangatkan. Ini hanya selera saja. Kalau bayi suka yang dingin maka ASIP tak perlu dihangatkan.  
  • Kalau bunda butuh pemakaian cepat sedang yang ada adalah stok ASIP beku maka bunda bisa mencairkan dengan cepat di air yang mengalir. Taruh dibawah kran air yang mengalir setelah itu tingkatkan pelan-pelan suhunya (bila krannya otomatis ada penghangatnya) atau pelan-pelan pindahkan ke wadah yang berisi air hangat lalu tingkatkan pelan-pelan suhunya. Atau bila tidak ada kran maka cairkan di air biasa sampai cair. Ganti air berkala sampai ASIP mencair semua kemudian tingkatkan suhu pelan-pelan dengan menambah air hangat. Setelah iti baru diberikan. 

Prinsip pencairan sampai penghangatan ASIP adalah PELAN-PELAN agar tak merusak kandungan nutrisi dan enzim dalam ASIP.  Atau bisa juga bunda pakai bottle warmer. Jika bunda hendak menggunakan alat tersebut sebaiknya memperhatikan cara kerjanya. Pastikan suhu berubah secara bertahap, dengan alat yang telah diuji pada ASI. Setelah ASI perah terasa hangat, segera keluarkan dan jangan terus menerus dihangatkan.

Setelah susu hangat (boleh juga dingin sesuai selera bayi) maka berikan ASIP dengan sedok, cupfeeder atau bisa juga dengan pipet. Ini penting agar setelah bayi ketemu bunda lagi, bayi tidak bingung puting. Atau malah malas menyusu langsung. Sedangkan frekuensi menyusu langsung, hisapan bayi, skin to skin contact masih terus dibutuhkan agar produksi prolaktin dan oksitosin terus lancar. Ini penting agar produkai ASI tak menurun selama bunda bekerja.
Tanya : "Bunda, ASIP yang telah beku difreezer kemudian mati lampu. Itu gimana bund?" Tanya seorang bunda.
Jawab : "Jika lampu sering mati maka taruh ice gel didalam freezer agar saat mati lampu masih bisa dibantu oleh dinginnya ice gel sehingga ASIP tak cepat cair. Jika punya ASIP dikulkas bawaj maka pindahkan ke freezer agar dingin tahan lama. Jangan biarkan ASIP di kulkas lebih dari 3 jam."

Tanya :"Bunda, kalau lampu matinya lama. Gimana bunda?"
Jawab : "Gak apa-apa asal ASIP beku tak mencair semuanya."

Saat bunda mememberikan ASIP terutama yang beku dan disimpan lama di kulkas maka kemampuan antibakterinya terutama diluar kulkas menurun. Oleh karena itu ASIP harus dihabislan segera yaitu 1-2 jam. Ini untuk mencegah ASIP basi.
Mengenali tanda ASIP basi memang tidak mudah, karena secara pasti belum ditunjukkan adanya tanda-tanda, baik itu dari segi bau atau warnanya. Apalagi ASIP jika disimpan dalam lemari es juga akan mengalami perubahan aroma dan warnanya juga berubah, namun komposisinya tidak berubah.
Sering ASIP akan berubah aroma menyerupai sabun, ini terjadi karena proses pembekuan dan pemanasan yang dilakukan secara drastis.

Lalu bagaimana caranya untuk mengetahui bahwa ASIP dalam tersebut telah basi dan tidak layak lagi diberikan pada bayi?
ASIP rusak atau basi biasanya akan berbau pahit, asam dan anyir. Jika bunda menjumpai ASIP demikian maka dibuang saja dan jangan diberikan pada si kecil karena berbahaya dan dapat menimbulkan masalah pencernaan. Jika telah tumbuh mikroba atau jamur-jamur, tentu ini dapat membahayakan bayi.
Untuk menghindari ASI basi karena terlalu lama disimpan. Ini pentingnya diterapkan first in first out (FIFO).

Semoga bermanfaat...
Bersambung ke ASI PERAH bagian III




ASI PERAH bagian I

"Bunda Siti Fatimah, apakah memerah ASI itu hanya untuk yang bekerja diluar rumah. Saya Ibu rumah tangga yang hanya tinggal dirumah. Apakah harus memerah ASI juga?" Tanya seorang bunda.

Bunda, jika berbicara harus atau wajib sebenarnya kurang pas. Mungkin lebih tepatnya 'sebaiknya'. Sebaiknya bunda punya stok ASI Perah (ASIP) untuk jaga-jaga walau bunda selalu bersama bayi.
Namanya hidup kan tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi didepan sana. Misalnya tiba-tiba bunda sakit kemudian harus opname. Atau bunda ada acara yang tidak dibolehkan membawa bayi padahal dalam masa ASI eklusif. Atau yang sering dialami para bunda yaitu puting lecet parah dan gak sembuh lebih dari dua minggu sehingga mengindikasikan sementara stop menyusu langsung. Dan juga sebab-sebab lain yang membuat bunda tak bisa menyusui langsung. Bukankah semua butuh ASIP?

Bunda yang stay at home saja baiknya punya stok ASIP, apalagi yang bekerja diluar rumah. Punya stoke ASIP bagi busui (Bunda menyusui) saya rasa bukan hal aneh lagi. Mengingat ASI adalah makanan dan minuman terbaik bagi bayi, yang tak bisa disamai oleh sufor walau mahal sekalipun. Ada beberapa hal yang harus bunda ketahui dalam menyiapkan ASIP dengan baik. Mulai persiapan alat, cara memerah, cara menyimpan ASIP sampai cara memberikan ASIP.

Cara memerah ASI bisa pakai tangan, alat atau kombinasi alat dan tangan. Dikombinasikan karenakarena memompa hanya dengan menggunakan alat pompa saja tidak dapat mengosongkan payudara dengan baik. Makanya dikombinasikan dengan tangan.
Ada yang tanya," Bunda fat, yang paling bagus itu pakai tangan atau pakai alat?"
Yang paling baik itu manual pakai tangan sendiri. Sebab kita dapat merasakan semdiri mana bagian payudara yang masih keras dan bila dilakukan dengan cara yang benar maka pengosongan payudara (PD) bisa kosong sempurna. Ingat ya bunda kaidah produksi ASI 'SEMAKIN KOSONG MAKA SEMAKIN BAIK'

CARA MEMERAH ASI:
  • Cuci tangan.
  • Siapkan wadah penampung ASI yang bersih kalau perlu yang sudah disteril.
  • Cari posisi duduk yang nyaman. Tenangkan pikiran, tenangkan hati, cari tempat yang nyaman. Atau bunda bisa pikirkan hal-hal yang membahagiakan lainnya, misalnya bayangkan jalan-jalan dipantai atau biar bunda pikirannya tenang merahnya dekat bayi.
Bila bunda dikantor atau jauh dari bayi bisa lihat foto bayinya, bisa juga pakai suara bayinya yang sudah bunda rekam sebelumnya.
Atau bagi yang muslim memerah sambil dzikir agar hati tenang.
Ini penting karena perasaan tenang, bahagia, nyaman akan memperlancar keluarnya hormon oksitosin
Tidak disarankan memerah di kamar mandi sebab kotor dan resiko terkontaminasi kuman tinggi.
  • Kemudian mulailah pijat lembut kedua payudara untuk menstimulasi reflek hormon prolaktin dan oksitosin.
  • Memijat dari bagian luar payudara dekat ketiak. Caranya, pijat dengan gerakan melingkar kecil secara lembut, gunakan keempat jari (kecuali ibu jari).
  • Jika bunda boleh mengompres hangat sebelum memijat.
  • Perah payudara dengan menekan lembut bagian luar areola dengan jari posisi C (Ibu jari dan keempat jari sisanya membentuk huruf C) dan mencari bagian payudara yang lebih keras.
Misalnya 2-3 cm ibu jari di atas puting dan 2-3 cm ke-4 jari lainnya dibawah puting. Lanjutkan disemua bagian terutama yang dirasa agak keras.
  • Olesi puting dan areola dengan sedikit ASI yang keluar sebab ASI mengandung anti bakteri.
  • Bila bunda melakukannya dengan benar, tindakan ini tidak menimbulkan rasa sakit.
  • Ulangi tindakan ini beberapa kali sampai ASI keluar semua serta habis
  • Cara memerah yang benar akan mampu mengosongkan payudara, yang berarti meningkatkan produksi ASI.
Jangan khawatir ASI bunda habis. Ingat kata kuncinya semakin sering dikosongkan maka semakin lancar produksinya.
Lalu bagaimana bila memerah dengan alat?
Prinsipnya sebenarnya sama dengan manual tangan hanya saja pakai alat. Tahap dan langkahnya sama

Yang perlu bunda ketahui adalah perah kombinasi. Perah dengan alat dan dianjutkan dengan tangan. Tahapannya antaralain
  • Cuci tangan, persiapkan perlengkapan pompa.
  • Cari posisi nyaman baik duduk/berbaring yang nyaman.
  • Pikirkan hal-hal yang membahagiakan. Seperti yang sudah diuraikan di atas
  • Pijatat lembut kedua payudara untuk menstimulasi reflek hormon oksitosin dan prolakton. Kompres hangat. Intinya sama dengan pakai tangan.
  • Mulai merah kedua payudara bersamaan dengan pompa (disarankan menggunakan pompa elektrik berkualitas
  • Kombinasikan menekan lembut payudara, bagian luar areola dengan jari posisi C (Ibu jari dan keempat jari sisanya membentuk huruf C) dan mencari bagian payudara yang lebih keras
  • Bila menggunakan pompa elektrik mulailah dengan kecepatan terendah.
  • Saat hasil perah mulai sedikit maka lepas/matikan pompa, pijat lagi payudara dan lanjutkan memerah dengan perah tangan saja .
  • Lanjutkan perah kedua payudara hingga sekitar 2 menit pasca tetesan AS terakhir.
Setelah ASIP tertampung maka saatnya penyimpanan. Ada beberapa hal yang harus bunda ketahui mengenai menyimpan ASIP, antara lain:
  1. ASI fresh, yang baru perah dapat disimpan dengan aman pada suhu ruangan (10-29’C). Perbedaan ketahanan ASI perah yang disimpan dalam suhu ruangan dipengaruhi oleh kebersihan, suhu ruangan dan teknik memerah. Suhu ruangan yang panas mempengaruhi perkembangan bakteri pada ASIP. Untuk suhu kamar mulai dari 27’C sampai 32’C ASIP dapat bertahan 3-4 jam. Bila kebersihan terjaga dan suhu ruangan yang lebih rendah maka ASIP bisa bertahan 6-8 jam.
  2. Bila diletakkan dalam termos es ditambah es beku, ASIP bisa tahan 24 jam. Hal ini berdasarkan pada pertumbuhan minimal dari bakteri.
  3. Pada pendingin 4’C, seperti di dalam kulkas bagian bawah (sayur) dapat bertahan 48-72 jam.
  4. ASIP yang ingin dibekukan dalam freezer dengan suhu -20’C tahan sekitar 3-6bulan. Vitamin A, E, juga B, protein, lemak, enzim, laktosa, seng, imunoglobulin, lisozim, dan laktoferin umumnya tetap ada pada ASI yang dibekukan. Walau beberapa penelitian menemukan adanya penurunan yang signifikan untuk kadar vitamin C dalam ASIP yang beku setelah 3 bulan. ASIP harus disimpan dalam freezer bagian dalam untuk menjaga perubahan suhu yang berubah-ubah ketika pintu freezer dibuka. Sebelum dimasukkan didalam freezer ASIP distabilkan dulu suhunya dengan dimasukkan di kulkas bagian bawah dulu selama minimal 30 menit. Setelah itu baru masukkan freezer. Wadah penyimpan ASI juga di tutup rapat untuk mencegah kontaminasi.
  5. Ketika mengisi wadah ASIP sebaiknya tidak sampai penuh untuk menghindari terjadinya ekspansi ASI ketika membeku. Sisakan 1/4 bagian kosong. Semua wadah harus diberi label yang berisi tanggal dan jam memerah ASIP. Juga nama anak, jika ASIP akan digunakan ruang perawatan anak atau day-care. ASIP di simpan dalam wadah yang berisi antara 60 – 100 ml ASI. Ini agar ASIP yang sudah pakai bisa habis dalam sekali pemberian.
  6. Sebaiknya tidak mencampur ASI yang baru diperah dengan ASI yang sudah didinginkan dalam kulkas. kalau mau mencampurnya, maka ASIP baru perlu didinginkan dahulu di kulkas (bukan freezer), dalam wadah terpisah dengan ASIP pertama. Setelah suhu ASI perah pada kedua wadah sama dingin, baru dapat digabungkan. Jarak perah ASIP bari dan Pertama tidak lebih dari 24 jam. Jangan menggabungkan ASIP yang sudah beku dengan ASIP cair atau pun hangat.
  7. ASIP yang telah disimpan biasanya memiliki bau dan rasa yang berbeda dari ASI fresh. Ini terjadi karena aktivitas Lipase, yaitu enzim yang memecah lemak menjadi asam lemak. Pemecahan lemak membantu bayi untuk pencernaan ASI, terutama untuk bayi prematur, dan tidak berbahaya, meskipun beberapa bayi mungkin menolak untuk meminumnya. Tidak disarankan untuk memanaskan ASI di atas 40’C karena akan mengakibatkan hilangnya enzim. Termasuk dalam microwave atau di api langsung
  8. Apabila ibunda memiliki beberapa stok ASI yang disimpan di dalam kulkas maka lebih baik jika penataan letak botol berurutan sesuai dengan jam dan tanggal memerah atau dengan system first in first out (FIFO) yaitu ASI yang lebih duluan diperah adalah ASI yang harus segera dikonsumsi. ASI yang lebih dulu diperah diletakkan di tempat paling luar yang mudah dijangkau.
Bagi bunda yang memerah di kantor ASIP bisa dimasukkan dikulkas kantor atau bila dalam perjalanan pulang kerumah bisa dimasukkan dalam cooler bag. Caranya:
  • Masukkan ASIP ke dalam botol kaca atau bisa juga disimpan di kantong plastik khusus menyimpan ASI.
  • Masukkan ice gel cooler bag ke dalam freezer. Pada awal penggunaan bekukan ice gel selama 24 jam, sedangkan untuk tahap selanjutnya pembekuan ice gel cukup dilakukan selama kurang lebih 8 jam.
  • Masukkan ice gel yang sudah dibekukan tersebut ke dalam cooler bag. ASIP yang sudah siap dalam kemasan dimasukkan ke dalam cooler bag. Segera tutup cooler bag dengan rapat agar suhu di dalamnya optimal. Penyimpanan ASIP di cooler bag ini memang praktis bagi bunda yang mempunyai kesibukan di luar rumah. Selain itu bentuk cooler bag yang bisa dibawa kemana – mana sangat cocok untuk Ibunda yang sedang mengajak buah hatinya travelling atau pergi ke luar kota.
  • ASIP cooler bag tahan hingga 24 jam. 
sumber duniasehat.net

Hal-hal penting yang juga harus diketahui para bunda tentang memerah dan penyimpanan ASIP. Antara lain:
  • Untuk ASIP di hari-hari awal kelahiran yang masih berupa kolostrum, siapkan wadah-wadah super mini (sekitar 35 ml per tabung) untuk menampung kolostrum yang jumlahnya tidak banyak
  • Jika bunda stay at home maka waktu yang paling bagus untuk memerah adalah dimalaj hari sekitar jam 2-4 karena saat itu produksi ASI biasanya tinggi.
  • Bagi bunda yang ASI nya berlebih maka perahlah untuk disimpan selain yang utama disusukan kebayi. Kaya orang jawa, 'nggo stok'

Thursday, July 23, 2015

WBW 2015 : BREASTFEEDING AND WORK LET’S MAKE IT WORK!

World Breastfeeding Week
1 - 7 August 2015
BREASTFEEDING AND WORK
LET’S MAKE IT WORK!
The World Breasfeeding Week (WBW) 2015 theme on working women and breastfeeding revisits the 1993 WBW campaign on the Mother-Friendly Workplace Initiative. Much has been achieved in 22 years of global action supporting women in combining breastfeeding and work, particularly the adoption of the revised ILO Convention 183 on Maternity Protection with much stronger maternity entitlements, and more country actions on improving national laws and practices. At the workplace level, we have also seen more actions taken to set up breastfeeding or mother-friendly workplaces including awards for breastfeeding-friendly employers, as well as greater mass awareness on working women’s rights to breastfeed.

With the WBW 2015 campaign, WABA and its partners at global, regional and national levels aim to empower and support ALL women, working in both the formal and informal sectors, to adequately combine work with child-rearing, particularly breastfeeding. (We define work in its broadest form from paid employment, self-employment, seasonal and contract work to unpaid home and care work).

Various strategies exist to support women working in your country or community from long-term actions to short-term actions. Together, we can make it work!

Here are a few ideas to kick off your WBW 2015 planning process: 

source : http://www.worldbreastfeedingweek.org